Terima Kasih Pak Polisi dkk

Bom kembali mengoncang Jakarta di 14 Jan 2016, di tengah hiruk pikuk aktivitas jam kantor.

Asli loh aku merinding , sebagai orang yg pernah ngantor di daerah Sudirman, aku tuh kebayang ya itu gerai kopi & sekitar ya rame sama orang orang kantoran yg lagi meeting di luar atau sekedar cari angin karena suntuk sama kerjaan (ini gw pernah nih, butek kerja trus beli kopi).  OMG Sarinah, itu dulu pas sering banget lewatin lampu merah itu, Sarinah tempat dulu aku sering nunggu suami jemput dan aku sebenarnya hari minggu ini nih (17 jan) janjian lunch time di Mcd Sarinah sama temen. Bener bener gak kebayang aja deh kejadian kemarin ya.

Peristiwa Bom atau kecelakaan apapun bisa terjadi kapan aja & dimana aja, bener bener di luar kontrol kita kan. So, selalu bersyukur atas hidupmu & berdoa supaya Tuhan luputkan kita dan setiap keluarga kita dari hal hal yang gak dinginkan.

Tau ada bom di Sarinah, langsung aku inget inget “Hari ini suami ada rute mau ke cabang mana ya? meeting dimana ya?” Langsung telp & mastiin dia diem anteng di meja kerja.

 

Eniwei ya, kebayang gak sih itu perasaan para istri Pak Polisi dan para petugas keamanan lainnya?

Disaat aku bisa ngomong ke suami “Jangan lunch di luar ya, makan mie aja bikin di pantry”  itu suami suami mereka malah face to face dengan pelaku atau lagi ngejar si pelaku. Duhhh Ibu ibu istri Pak Polisi, kalian luar biasa loh, gak banyak orang yang bisa kayak kalian .

Atau disaat mamiku telp aku untuk bilang jangan kemana mana, tapi apakah para Ibunda Pak Polisi dkk bisa punya pilihan ngomong gitu? Gak ada seorang ibu pun yang bener bener rela anaknya terjun ke medan perang & mempertaruhkan nyawa. Tapi pada akhirnya, itu adalah resiko pekerjaan.

Iy, jadi Polisi, Tentara bahkan Satpam itu pekerjaan dengan resiko yang luarrrrr biasa.

Di saat kita lihat polisi dkk kejar kejaran dengan pelaku, ada seorang istri, ibu & anak anak yang lagi was was “papa jangan kenapa kenapa ya”

Duhhhh kok jad Melow gini sih yaaaaa gw

 

intinya aku mau bilang,

Polisi, Tentara, Satpam  itu adalah profesi, pekerjaan, panggilan jiwa. Mereka juga kerja demi anak istri di rumah, ada keluarga yang harus dibiayain. Seringkali kita punya pandangan negatif tentang mereka karena kasus korupsi, tilang , razia dll. Tapi balik lagi, itu kejahatan individu seseorang, bukan artinya semua seperti itu. Ya nila setitik rusak susu sebelanga, kelakuan oknum oknum tertentu merusak citra profesi.

Jasa seorang polisi dkk itu ya besar. Contoh simple, Ujan gede, genangan di mana mana, lampu merah mati, tau tau pak polisi turun ke jalan dengan jas hujan dan mengurai kemacetan. Berjasa gak? mungkin kalau kita dalam kondisi sehat & gak keburu buru kita akan bilang “biasa  aja tuh, pak ogah juga bisa bantuin”.

Tapiiii bayangkan kalau dalam kemacetan itu ada seseorang yang lagi pendarahan dan harus segera sampai RS, kerjaan “yang keliatan gampang” mengatur lalu lintas bisa jadi jalan menyelamatkan nyawa orang.

 

Di balik seorang Polisi / tentara / satpam yang sedang bertugas, ada anak & istri mereka yang sedang menunggu di rumah. Di balik diri seorang Pak polisi / tentara / satpam, dia hanyalah suami & ayah yang mau memberikan yang terbaik buat istri & anak anaknya.

Terima kasih Pak Polisi & petugas keamanan lainnya , kalian sudah membuat kami merasa aman beraktivitas.

Terima kasih Ibunda Pak Polisi & petugas keamanan lainnya, kalian wanita wanita hebat yang melahirkan para pemberani pembela bangsa.

Terima kasih Istri Pak Polisi & petugas keamanan lainnya, kalian relakan suami kalian punya resiko meninggal saat kerja padahal beliau adalah tulang punggung keluarga.

Terima kasih anak anak Pak Polisi & petugas keamanan lainnya, kalian anak anak hebat yang rela ayah kalian bekerja di saat weekend dan mengorbankan liburan dengan kalian.

 

15 Jan 2015

Rika

Menulis dari kacamata seorang istri & ibu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 + 19 =